Tuesday, June 23, 2009

Perang Intelijen Capres-Cawapres Dimulai

Dalam laga Pilpres 2009 ini, tidak hanya diwarnai dengan perang wacana neolib versus ekonomi kerakyatan atau isu jilbabnya para istri-istri capres dan cawapres. Namun diprediksi bakal terjadi perang intelijen.

Pasalnya, dari ketiga kandidat di dalamnya terdapat tokoh jendral yang tentunya memiliki strategi dan kemampuan dalam operasi intelijen. “Semua jendral memiliki kemampuan intelijen, karena memang diajarkan,” ungkap pengamat intelijen Wawan Purwanto kepada okezone di Jakarta, Selasa (2/6/2009).

Sekadar diketahui, 2 Juni 2009 ini adalah masa permulaan kampanye bagi capres dan cawapres. Sedangkan kampanye damai baru akan dilakukan 10 Juni mendatang. Di kubu JK-Wiranto bercokol para purnawirawan TNI/Polri berpangkat bintang. Sebut saja, KSAL Laksmana (Purn) Bernard Kent Sondakh, mantan KSAD Jenderal (Purn) Subagyo HS, mantan Kapolri Jenderal (Purn) Chaeruddin Ismail.

Di kubu Mega-Prabowo juga terdapat Muchdi PR dan Theo Syafei. Mereka yang ikut tanda tangan, antara lain, Letjen TNI (purn) Farid Zainudin, Letjen (purn) Putu Wardana, Letjen (purn) Yogi Supardi, Letjen Marinir (purn) Suharto, Mayjen (purn) Suwardi dan lainnya. Sementara di kubu SBY-Boediono ada mantan Kapolri Jenderal Sutanto dan Marsekal TNI Djoko Suyanto.

Thursday, June 18, 2009

Pertumbuhan Ekonomi 2009 di Bawah 6 %


Jakarta - Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi selama 2009 akan berada di bawah 6% sebagai dampak dari pelambatan ekonomi global. Namun pemerintah berjanji akan menjaga agar tetap di atas 5%.

"Pemerintah akan tetap mengelola APBN secara baik," kata Plt Menko Perekonomian/Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam "Investor Summit and Capital Market Expo 2008" di Jakarta, Selasa (25/11).

Menurut Sri Mulyani, dengan kondisi perekonomian yang melemah maka volume ekspor akan turun demikian juga dengan impor. "Growth tidak akan mencapai di atas 6 persen, tapi pemerintah akan menjaga agar tetap di atas 5 persen," katanya.

Ia mengakui memang ada proyeksi dari sejumlah kalangan atau ekonom yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2009 hanya akan mencapai sekitar 4-5 persen saja. "Namun pemerintah menjaga agar tetap di atas 5 persen dengan menjaga agar tingkat konsumsi tetap sehat," ujarnya.

Menurut dia, menjaga konsumsi tetap sehat dilakukan dengan menjaga sektor riil tetap berjalan dengan baik sehingga tidak ada gelombang PHK massal.

Mengenai pertumbuhan ekonomi 2008, Sri Mulyani mengatakan, pada kuartal IV kemungkinan akan berada di bawah 6%, tetapi secara keseluruhan pada 2008 tetap akan di atas 6% karena tingkat pertumbuhan ekonomi selama kuartal I hingga III yang masih tinggi.

Ia memperkirakan, tingkat inflasi juga akan turun dengan adanya penurunan harga minyak dunia. Namun ancaman yang muncul saat ini adalah imported inflation karena rupiah yang terdepresiasi. [*/cms]