Pasalnya, dari ketiga kandidat di dalamnya terdapat tokoh jendral yang tentunya memiliki strategi dan kemampuan dalam operasi intelijen. “Semua jendral memiliki kemampuan intelijen, karena memang diajarkan,” ungkap pengamat intelijen Wawan Purwanto kepada okezone di Jakarta, Selasa (2/6/2009).
Sekadar diketahui, 2 Juni 2009 ini adalah masa permulaan kampanye bagi capres dan cawapres. Sedangkan kampanye damai baru akan dilakukan 10 Juni mendatang. Di kubu JK-Wiranto bercokol para purnawirawan TNI/Polri berpangkat bintang. Sebut saja, KSAL Laksmana (Purn) Bernard Kent Sondakh, mantan KSAD Jenderal (Purn) Subagyo HS, mantan Kapolri Jenderal (Purn) Chaeruddin Ismail.
Di kubu Mega-Prabowo juga terdapat Muchdi PR dan Theo Syafei. Mereka yang ikut tanda tangan, antara lain, Letjen TNI (purn) Farid Zainudin, Letjen (purn) Putu Wardana, Letjen (purn) Yogi Supardi, Letjen Marinir (purn) Suharto, Mayjen (purn) Suwardi dan lainnya. Sementara di kubu SBY-Boediono ada mantan Kapolri Jenderal Sutanto dan Marsekal TNI Djoko Suyanto.